Berbicara pada hari Selasa, Trump menyebut tindakan anti-Yahudi adalah "menyedihkan" dan "menyakitkan" dan mengecamnya sebagai bentuk paling buruk dari ketidaktoleranan, kefanatikan dan kebencian. Kecaman Trump disebabkan kritik publik bahwa ia gagal untuk mengecam secara serius serangkaian ancaman bom atas komunitas Yahudi dan vandalisme yang terjadi di pemakaman khusus Yahudi di St. Louis.
Wakil Presiden, Mike Pence mengunjungi pemakaman itu pada hari Rabu dan ikut serta dalam "usaha pembersihan" makam. Ia juga menyuarakan pengecaman Trump atas tindakan vandalisme itu.
"Tidak ada tempat di Amerika bagi tindakan kebencian, prasangka buruk atau kekerasan atau anti-Yahudi, " ujarnya.

Para Pekerja mengangkat kepala batu makam di Pemakaman Chesed Shel Emeth di University City, Mo., sebanyak 150 kepala batu makam dalam posisi sengaja dimiringkan. Usaha ini didukung oleh banyak relawan dari berbagai agama.
Banyak warga muslim Amerika berharap Gedung Putih juga mengambil tindakan serupa dalam menyikapi semakin meningkatnya tindakan anti-Muslim.
Tapi mereka pesimis.
"Saya tidak bisa berharap ia akan seperti itu," kata Shahed Amanullah, pengusaha di bidang teknologi dan penasehat senior Departemen Dalam Negeri saat pemerintahan Barack Obama.
Sebagian pesimisme itu disebabkan pernyataan publik Trump mengenai Islam, yang sangat keras dibandingkan para pendahulunya.
Tulisan ini diterjemahkan dari: http://www.voanews.com/a/muslims-ask-will-trump-condemn-anti-muslim-attacks-as-he-did-anti-semisism/3737250.html
Foto juga berasal dari sumber yang sama.